Crypto.com memperkuat solusi pembayaran berbasis kripto

crypto.com memperkuat solusi pembayaran berbasis kripto dengan teknologi inovatif untuk transaksi aman, cepat, dan mudah di seluruh dunia.

Crypto.com kembali mendorong ekspansi bisnisnya di ranah solusi pembayaran dengan menggandeng perusahaan infrastruktur pembayaran Korea Selatan, KG Inicis. Kerja sama ini ditujukan untuk membawa kripto dan mata uang digital lebih dekat ke transaksi sehari-hari, terutama untuk kebutuhan wisatawan asing yang berbelanja di Korea. Di tengah ekosistem nontunai Korea Selatan yang sudah matang, integrasi ini diposisikan sebagai uji coba berskala besar: Crypto.com Pay akan masuk ke jaringan pemrosesan KG Inicis yang disebut memproses lebih dari 400 juta transaksi per tahun dan memiliki sekitar 40% pangsa pasar. Taruhannya bukan sekadar menambah opsi bayar, melainkan menguji apakah pembayaran aset digital bisa berjalan mulus di titik temu antara ritel, e-commerce, dan regulasi yang ketat—sekaligus memperlihatkan arah kompetisi baru di industri teknologi finansial global.

Di saat yang sama, Crypto.com juga memperluas “jembatan” ke sistem pembayaran arus utama di Amerika Serikat melalui kolaborasi dengan PayPal. Integrasi ini memungkinkan pengguna Crypto.com di AS mendanai pembelian kripto menggunakan akun PayPal, dan memperkaya opsi top up untuk dompet digital serta kartu terkait. Dalam lanskap pembayaran yang bergerak cepat, dua langkah ini menunjukkan pola yang konsisten: memperbesar kegunaan aset digital, menekan friksi konversi, dan mengedepankan keamanan pembayaran serta kepatuhan sebagai modal untuk adopsi yang lebih luas.

Crypto.com dan KG Inicis mendorong pembayaran kripto untuk turis dan e-commerce Korea

Dalam pengumuman kemitraan, fokus utama diarahkan pada penggunaan Crypto.com Pay di jaringan pedagang KG Inicis. Integrasi ini dimaksudkan agar wisatawan asing dapat membayar barang dan jasa di Korea menggunakan aset digital, tanpa bergantung sepenuhnya pada kartu atau penukaran uang tunai. Bagi Korea Selatan—yang dikenal memiliki infrastruktur pembayaran digital yang sangat maju—model seperti ini dinilai relevan karena perilaku konsumen dan kesiapan merchant sudah terbentuk.

Kerja sama itu juga menyasar e-commerce: pengguna luar negeri disebut dapat melakukan pembayaran dengan mata uang digital di platform belanja online Korea yang terhubung dengan pemrosesan KG Inicis. Untuk merchant, daya tariknya berada pada perluasan basis pelanggan—terutama pengunjung yang ingin membayar dengan aset digital—serta opsi penerimaan dana dalam bentuk fiat maupun aset digital, tergantung skema yang diterapkan.

Eric Anziani, Presiden dan COO Crypto.com, menyebut jaringan penerimaan pedagang KG Inicis dan pangsa pasarnya sebagai alasan kunci kemitraan, serta menekankan misi memberi fleksibilitas kepada pengguna dalam memanfaatkan aset digital. Di sisi KG Inicis, perusahaan itu menggambarkan inisiatif sebagai upaya menjembatani aset digital ke ekonomi riil, sembari menyoroti pentingnya fondasi hukum dan regulasi yang kuat. Bagi industri, pesan tersebut jelas: skala jaringan dan kepastian kepatuhan menjadi penentu apakah inovasi kripto bisa melampaui fase eksperimen.

Konteks pasar: stablecoin, transaksi cepat, dan persaingan platform pembayaran aset digital

Minat terhadap pembayaran aset digital meningkat seiring kripto makin diposisikan bukan hanya sebagai instrumen investasi, melainkan juga alat transaksi. Di area pembayaran ritel dan lintas batas, efisiensi menjadi narasi utama: transaksi cepat dan biaya yang lebih terukur sering dipromosikan sebagai keunggulan dibanding mekanisme tradisional tertentu, meski implementasinya tetap sangat bergantung pada jaringan merchant, pengalaman pengguna, serta kepatuhan setempat.

Dalam konteks ini, blockchain kerap dipakai sebagai fondasi pemrosesan dan pencatatan, sementara stablecoin mendapat perhatian karena dirancang untuk mengurangi volatilitas yang umum terjadi pada aset kripto. Kombinasi keduanya—jika terintegrasi dengan baik—membuat pembayaran lebih mudah dipahami konsumen, khususnya mereka yang menginginkan nilai yang lebih stabil saat bertransaksi di negara lain.

Langkah Crypto.com juga berlangsung di tengah kompetisi yang makin ketat dalam pembayaran kripto. Sejumlah pemain global seperti Binance dan Coinbase sama-sama mengembangkan cara untuk menghubungkan layanan aset digital dengan infrastruktur keuangan tradisional, baik melalui kemitraan, kartu, maupun integrasi pembayaran. Dalam iklim seperti ini, strategi “kemitraan terukur” menjadi penting: semakin kuat distribusi merchant dan semakin mulus pengalaman checkout, semakin besar peluang sebuah platform menjadi pilihan default bagi pengguna lintas negara. Pada titik ini, Korea Selatan menawarkan panggung yang menarik—pasarnya maju, tetapi pengawasan regulasinya ketat, sehingga hasil uji cobanya akan dibaca luas oleh industri.

PayPal dan rencana perbankan: Crypto.com memperlebar jembatan ke keuangan tradisional

Di Amerika Serikat, Crypto.com mengumumkan kolaborasi dengan PayPal yang memungkinkan pengguna mendanai pembelian kripto melalui akun PayPal. Fitur ini disebut baru tersedia di AS, dengan rencana ekspansi ke pasar lain di masa mendatang. Bagi pengguna, integrasi itu menambah jalur masuk yang familier, karena PayPal sudah lama menjadi salah satu metode pembayaran digital paling dikenal di e-commerce.

Kolaborasi tersebut juga disebut sebagai kelanjutan relasi yang sudah ada: Crypto.com pernah ditetapkan sebagai bursa pilihan untuk PYUSD, stablecoin yang diterbitkan PayPal. Dalam periode yang sama ketika kemitraan itu diberitakan, kapitalisasi pasar PYUSD dilaporkan menembus US$1 miliar, naik dari sekitar US$264 juta pada awal tahun. Perkembangan itu menjadi indikator bahwa stablecoin dari pemain pembayaran besar dapat memperoleh traksi, terutama bila tersambung ke kanal distribusi yang luas.

Di sisi regulasi AS, laporan sebelumnya juga menyebut Crypto.com memperoleh persetujuan bersyarat dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) untuk mendirikan bank perwalian nasional. Jika langkah ini terealisasi sesuai ketentuan, posisinya dapat menguat di persimpangan antara kripto dan layanan keuangan yang diawasi federal—sebuah faktor yang berpengaruh langsung pada keamanan pembayaran, tata kelola aset, dan kepercayaan institusional. Setelah Korea Selatan dan AS, pertanyaan berikutnya adalah pasar mana yang akan menjadi target integrasi berikutnya, dan seberapa cepat pembayaran kripto bisa menembus kebiasaan belanja harian tanpa mengorbankan kepatuhan.