Imam Bawa Kartu Lagi, Pradi: Itu Program Pusat

Imam Bawa Kartu Lagi, Pradi: Itu Program Pusat
Calon Walikota/Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna dan Afifah Alia

Seperti saat debat pertama di i-News TV pada 22 November lalu, Imam juga memperlihatkan kembali sebuah kartu yang dinamai Kartu Depok Sejahtera.

MONDE-Selain kerap melihat lembaran contekan saat berdebat, calon Wakil Walikota Depok dari PKS, Imam Budi Hartono, juga selalu menyiapkan sesuatu di mimbar debat.

Di debat publik kedua yang digelar di studio Kompas TV pada Senin malam (30/11), Imam membawa sejumlah benda sebagai alat peraga program-programnya, seperti buah alpukat dan belimbing, untuk menjelaskan program urban farming (bercocok tanam di sekitar halaman rumah).

Seperti saat debat pertama di i-News TV pada 22 November lalu, Imam juga memperlihatkan kembali sebuah kartu yang dinamai Kartu Depok Sejahtera.

Menurut Imam, kartu tersebut sangat bermanfaat bagi warga Depok, diantaranya untuk pelayanan kesehatan gratis, serta bantuan pendidikan hingga ke jenjang mahasiswa.

Seusai Imam memaparkan seabreg manfaat kartu saktinya itu, calon Walikota Depok nomor urut satu Pradi Supriatna menyanggah ucapan Imam. Menurut Pradi, program yang akan digulirkan oleh paslon nomor urut dua tersebut sudah sejak lama diimplementasikan oleh pemerintah pusat.

"Yang ditunjukkan pak Imam kartu terus. Kartu itu sebetulnya sudah dilakukan pemerintah pusat, dan itu program pemerintah pusat. Jadi tinggal turunannya kepada kita," ujar Pradi yang di debat kedua tampil lebih tenang.

Menurut Pradi, yang terpenting dilakukan saat ini adalah memunculkan gagasan-gagasan baru, berinovasi dan berkolaborasi. Tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,  terlebih Kota Depok masih menjadi zona rawan Covid-19.

Diungkapnya pula,
meskipun pertumbuhan ekonomi pada 2019 lalu membaik, yakni di angka 2,007, namun angka kemiskinan di Kota Depok terus bertambah, dari 74.000 menjadi 280.000 orang.

Seperti diketahui, di mimbar debat terbuka putaran kedua ini calon Walikota nomor urut dua, Mohammad Idris, tidak hadir lantaran sedang dirawat di RSUD Depok pasca dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu (25/11) lalu.(amr/MC)