Argentina kembali mengandalkan langkah darurat untuk menjaga ritme pembayaran kepada IMF di tengah proses negosiasi yang belum selesai soal jadwal restrukturisasi utang. Pemerintah dilaporkan membeli Special Drawing Rights atau SDR senilai USD 808 juta dari Departemen Keuangan Amerika Serikat, sebuah transaksi yang dipandang penting untuk menopang kredibilitas keuangan Argentina di mata pasar dan lembaga multilateral. SDR sendiri adalah aset cadangan internasional yang diterbitkan IMF, nilainya ditentukan oleh keranjang mata uang utama dunia, dan kerap dipakai negara anggota untuk menambah likuiditas ketika ruang gerak devisa menipis. Di saat yang sama, IMF menyatakan telah mencapai kesepakatan awal dalam peninjauan pertama program pinjaman senilai USD 20 miliar, yang membuka jalan bagi pencairan tahap kedua USD 2 miliar setelah menunggu persetujuan Dewan Eksekutif IMF. Bagi Buenos Aires, rangkaian perkembangan ini menjadi penyangga jangka pendek sembari menata ulang fondasi ekonomi domestik, dari stabilisasi kurs hingga pengendalian inflasi, tanpa mengabaikan tuntutan pasar bahwa komitmen fiskal harus tetap terjaga.
Argentina beli SDR USD 808 juta untuk menjaga pembayaran bunga IMF
Menurut laporan yang dikutip dari La Nacion melalui Yahoo Finance pada 2 Februari, pemerintah Argentina membeli SDR senilai USD 808 juta (sekitar Rp 13,56 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.790) dari Departemen Keuangan AS. Langkah itu dilaporkan ditujukan untuk memenuhi kewajiban pembayaran bunga kepada IMF, ketika kebutuhan likuiditas menjadi isu sensitif dalam kalender utang negara.
Transaksi SDR menjadi sorotan karena ia bekerja seperti “jembatan” likuiditas: aset cadangan yang bisa memperkuat posisi eksternal saat cadangan devisa berada di bawah tekanan. Dalam praktiknya, negara bisa menukar SDR menjadi mata uang keras melalui mekanisme yang difasilitasi IMF, sehingga pembayaran kewajiban eksternal tidak tersendat.

Hingga laporan tersebut beredar, Kementerian Ekonomi Argentina belum merinci transaksi itu secara terbuka. Namun pesan yang ingin disampaikan ke pasar relatif jelas: pemerintah berupaya menjaga kesinambungan layanan utang dan menghindari kejadian gagal bayar yang akan memperburuk biaya pendanaan.
Di balik angka, ada konteks politik yang ikut membentuk arah kebijakan. Di bawah Presiden Javier Milei, Argentina mempererat hubungan dengan Amerika Serikat, dan Milei memposisikan negaranya sebagai sekutu utama pemerintahan Presiden AS Donald Trump di Amerika Latin. Dalam lanskap ini, dukungan likuiditas dari Washington dipandang sebagai bagian dari upaya menahan risiko krisis mata uang yang lebih dalam.
Negosiasi restrukturisasi utang dan peninjauan program pinjaman USD 20 miliar
IMF pada Kamis mengumumkan kesepakatan awal dengan Argentina dalam peninjauan pertama program pinjaman USD 20 miliar. Hasil peninjauan itu membuka jalan pencairan tahap kedua sebesar USD 2 miliar, dengan catatan masih menunggu persetujuan Dewan Eksekutif IMF pada akhir bulan.
Jika disetujui, total dana yang tersedia dari program yang diluncurkan pada April akan mencapai sekitar USD 14 miliar. Bagi pemerintah, arus dana multilateral ini menjadi bantalan untuk mengelola kebutuhan pembiayaan dan memperkuat transisi kebijakan, terutama ketika akses ke pendanaan pasar masih mahal.
Proses ini berjalan beriringan dengan negosiasi yang lebih besar mengenai restrukturisasi kewajiban eksternal Argentina. Negara ini masih memikul utang sekitar USD 44 miliar dari kesepakatan pinjaman 2018, yang disebut sebagai pinjaman terbesar dalam sejarah IMF dan sudah beberapa kali dinegosiasikan ulang jadwal pembayarannya.
Apakah kombinasi disiplin fiskal, dukungan IMF, dan langkah likuiditas seperti SDR cukup untuk menenangkan pasar? Jawabannya akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dalam beberapa peninjauan program berikutnya.
Di tingkat regional, perkembangan di Argentina juga dicermati negara-negara Amerika Latin yang pernah melewati siklus serupa antara program pengetatan dan kebutuhan stabilisasi kurs. Bagi investor, sinyal paling penting biasanya bukan hanya pencairan dana, melainkan kelanjutan kepatuhan pada target fiskal serta kejelasan jalur pembayaran utang.
Indikator ekonomi membaik inflasi turun dan rating Moody’s naik
Dalam penilaiannya, IMF menyebut program berjalan baik berkat kebijakan makroekonomi yang ketat, mencakup disiplin fiskal dan kebijakan moneter yang ketat. IMF juga menyoroti pengelolaan nilai tukar yang dinilai sesuai target, sementara inflasi menunjukkan penurunan tajam dari 117,8% pada akhir 2024 menjadi 39,4% pada Juni 2025.
Lembaga itu turut mencatat penurunan tingkat kemiskinan dari lebih dari 50% menjadi 38,1% pada akhir 2024, mendekati level sebelum Milei menjabat. Di lapangan, dinamika ini terasa pada aktivitas ekonomi harian: pedagang dan pelaku usaha kecil yang sempat menghadapi perubahan harga harian mulai melihat periode penyesuaian harga yang lebih jarang, meski daya beli masih menjadi pekerjaan rumah.
Argentina juga mulai kembali dilirik pasar keuangan internasional setelah Moody’s menaikkan peringkat kredit negara itu dari Caa3 ke Caa1 pada awal bulan, meski tetap berada dalam kategori spekulatif. Kenaikan rating ini biasanya berdampak pada persepsi risiko, yang pada gilirannya memengaruhi biaya penerbitan surat utang dan akses pembiayaan perusahaan domestik.
Dari sisi arsitektur pendanaan, pinjaman IMF disebut menjadi bagian dari paket bailout lebih besar senilai USD 42 miliar yang melibatkan Bank Dunia dan Bank Pembangunan Antar-Amerika (IDB). Pemerintah Milei sendiri mengklaim telah membukukan surplus anggaran pertama dalam 14 tahun pada 2024 melalui penghematan ekstrem dan pemangkasan sektor publik, sebuah kebijakan yang memicu perdebatan soal dampaknya terhadap layanan publik, namun dipandang pasar sebagai sinyal konsolidasi fiskal.
Dengan status sebagai debitur terbesar IMF, jalur pemulihan Argentina akan tetap menjadi barometer penting bagi stabilitas keuangan kawasan. Fokus kini mengarah pada kelanjutan negosiasi dan kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan, karena satu keterlambatan pembayaran saja dapat mengubah sentimen pasar dalam hitungan hari.


