Perantara Kilogram Sabu Divonis 17 Tahun Penjara di Depok, JPU Banding

Pengadilan Negeri (PN) Depok meringankan terdakwa Rochbiana alias Robi dari tuntutan mati jaksa penuntut umum (JPU).

Perantara Kilogram Sabu Divonis 17 Tahun Penjara di Depok, JPU Banding
Pengadilan Negeri (PN) Depok meringankan terdakwa Rochbiana alias Robi dari tuntutan mati jaksa penuntut umum (JPU).

MONDE - Belum lama ini, Pengadilan Negeri (PN) Depok meringankan terdakwa Rochbiana alias Robi dari tuntutan mati jaksa penuntut umum (JPU). Vonis ringan itu membuat JPU mengajukan banding.

Senin, 12 Februari 2024 lalu, majelis hakim yang diketuai Fitri Noho dengan anggota Nartilona dan Andry Eswin dalam amar putusan terdakwa Rochbiana alias Robi mengutarakan, sependapat dengan tuntutan JPU, namun tidak dengan masa lamanya hukuman terhadap terdakwa Rochbiana. 

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 17 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan," kata Fitri Noho di Ruang Sidang 3 PN Depok. 

Menyatakan barang bukti berupa satu buah tas kain warna kuning yang didalamnya terdapat lima plastik klip bening berisi sabu berkode A dan 29 plastik klip bening berisi sabu berkode B. Sehingga berat netto awal narkotika jenis sabu seluruhnya (sisa penyisihan setelah dimusnahkan untuk pergunakan barang bukti di persidangan) sebagaimana sesuai dengan Berita Acara Penyisihan Barang Bukti tanggal 3 Juli 2023 adalah seberat 37,9483 gram, kemudian berat netto akhir sabu seluruhnya sisa hasil pemeriksaan laboratorium menjadi 36,672 gram. Dari total barang bukti narkotika jenis sabu seluruhnya sebelum dimusnahkan yakni dengan berat brutto 36.047 gram sebagaimana sesuai dengan Berita Acara Pemusnahan Barang Bukti tanggal 18 Juli 2023.

Dua buah timbangan elektrik sebagaimana nomor urut 1 sampai dengan nomor urut 31 agar dirampas untuk dimusnahkan. 

"Satu unit mobil merk Honda Jazz warna hitam nomor polisi B-1433-KVI berikut STNK-nya beserta satu unit handphone Infinix warna hitam dirampas untuk negara," sambung Fitri Noho. 

Seusai vonis dibacakan, Fitri Noho kemudian menanyakan kepada JPU Putri Dwi Astrini, terdakwa Rochbiana beserta kuasa hukumnya. "Banding," kata Putri Dwi Astrini. 

Sebelumnya, JPU Putri Dwi Astrini menuntut warga Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok itu dengan pidana mati. Rochbiana dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 114 Ayat (2) UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

Peristiwa itu bermula pada Senin, 29 Mei 2023 sekira pukul 21.00 Wib, terdakwa Rochbiana alias Robi diberikan satu unit handphone merk Infinix warna hitam oleh Sidi (DPO/berada di Lapas) dengan cara diletakkan disebelah ruangan ATM Bank DKI depan Universitas Pamulang yang akan dipergunakan sebagai sarana untuk melakukan transaksi sabu. 

Lalu Rabu, 7 Juni 2023 sekira pukul 11.30 Wib, ketika terdakwa sedang berada di kafe dekat rumah terdakwa yang beralamat di Jalan Tawi Muchtar RT002/002 Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok terdakwa dihubungi oleh Sidi melalui chatting BBM enterprise. Kemudian dalam komunikasinya terdakwa diarahkan oleh Sidi untuk mengambil satu unit mobil Honda Jazz warna hitam nopol B-1433-KVI yang di dalamnya terdapat paket sabu yang diparkirkan di pinggir jalan daerah Kampung Melayu, Jakarta Timur, dan kunci kontak mobil tersebut diletakkan di atas ban mobil sebelah kanan serta STNK mobil berada di dalam dash board mobil bagian depan. 

Setibanya terdakwa di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Kamis, 8 Juni 2023 sekira pukul 02.30 Wib, terdakwa langsung menghampiri mobil Honda Jazz warna hitam nopol B-1433-KVI yang di dalamnya terdapat paket sabu dan kemudian mengendarai mobil tersebut menuju ke daerah Citayam, Kota Depok, Jawa Barat. Sesampainya di Citayam, Kota Depok, terdakwa membuka paketan sabu yang berada di dalam mobil Honda Jazz, lalu menghitungnya dengan jumlah 100 bungkus/paket di dalam kardus bekas AC.

Terdiri atas 10 bungkus, 25 bungkus dan 30 bungkus. Lalu terdakwa mengambil sebanyak 10 bungkus paket sabu dan meletakkannya di rumput ilalang pinggir jalan daerah Citayam kemudian mengirimkan foto ke nomor handphone Sidi.

Kamis malam sekira pukul 22.00 Wib, saat terdakwa berada di rumah kembali dihubungi saudara Sidi dan diminta untuk mengantarkan paket sabu sebanyak 25 bungkus yang dimasukkan ke dalam bekas kardus AC ke daerah Karawaci,Tangerang. Terdakwa diarahkan oleh Sidi untuk meletakkan satu buah kardus bekas AC yang di dalamnya terdapat 25 bungkus berisi sabu di tempat pembuangan sampah daerah Karawaci, Tangerang, dan mengirimkan foto paket sabu yang sudah diletakkan ke handphone Sidi. 

Senin, 26 Juni 2023 terdakwa kembali dihubungi Sidi dan diarahkan untuk meletakkan satu bungkus paket sabu, namun terdakwa yang menentukan tempatnya. Selanjutnya pada hari dan tanggal yang sama sekira pukul 12.30 Wib, terdakwa menghubungi Sidi dan menginformasikan bahwa satu bungkus paket sabu yang dibungkus plastik warna hitam telah diletakkan di sela-sela dinding/tembok pinggir jalan daerah Sawangan, Kota Depok.

Rabu, 28 Juni 2023 terdakwa kembali diperintahkan oleh Sidi untuk meletakkan 30 bungkus paket sabu di perbatasan antara Kota Depok dengan Kabupaten Bogor yakni tepatnya di daerah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Kamis, 29 Juni 2023 sekira pukul 13.00 Wib, terdakwa sampai di daerah Gunung Sindur dan meletakkan 30 bungkus paket sabu di pinggir jalan di dekat pos kosong daerah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor lalu kembali ke rumah terdakwa. 

Jum'at, 30 Juni 2023, terdakwa kembali diperintahkan oleh Sidi untuk meletakkan paket sabu sebanyak 5 bungkus ke daerah Serua, Bojongsari, Kota Depok. Kemudian Sabtu, 1 Juli 2023 sekira pukul 03.00 Wib, terdakwa mengendarai satu unit mobil Honda Jazz berangkat menuju ke daerah Serua, Bojongsari, Kota Depok untuk meletakkan 5 bungkus sabu yang dibungkus dengan menggunakan kantong belanja kain warna kuning di atas gerobak pinggir jalan Serua, Bojongsari, Kota Depok. 

Usai meletakkan barang haram tersebut, terdakwa kembali masuk ke dalam mobil Honda Jazz yang terparkir di Ruko Akbar Motor Jl. Raya Cinangka RT005/004 Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, tepatnya berjarak kurang lebih sekitar 50 meter dari sabu yang diletakkan terdakwa. 

Sewaktu terdakwa memantau dari dalam mobilnya yang terparkir di Ruko Akbar Motor, tiba-tiba terdakwa dihampiri dan diamankan oleh beberapa anggota kepolisian dari satuan Narkoba Polda Metro Jaya yang sedang melakukan observasi bahwa di daerah tersebut sering terjadi tindak pidana narkotika. 

Saat dilakukan penggeledahan pada pakaian atau badan terdakwa serta satu unit mobil Honda Jazz warna hitam nopol B-1433-KVI didapati barang bukti berupa 29 bungkus sabu yang berada di dalam bagasi mobil Honda Jazz, serta ditemukan barang bukti lainnya berupa satu unit handphone merk Infinix warna hitam digenggaman tangan kanan terdakwa. 

Terdakwa mengakui seluruh barang bukti sabu tersebut milik Sidi yang rencananya untuk dijual oleh terdakwa atas perintah Sidi. Dalam melakukan transaksi sabu tersebut terdakwa memperoleh keuntungan sejumlah uang dari Sidi kurang lebih sebesar Rp 5 juta setiap berhasil mengantarkan satu kilogram sabu dan jika berhasil mengantarkan paket sabu sebanyak di atas 10 kilogram, terdakwa akan mendapatkan keuntungan kurang lebih sebesar Rp 25 juta.(sbr)