DEEP Rilis Survei: Pradi-Afifah 42%, Idris-IBH 36%

DEEP Rilis Survei: Pradi-Afifah 42%, Idris-IBH 36%

Pasangan nomor urut satu, Pradi Supriatna-Afifah Alia, unggul dibanding pasangan Muhammad Idris-Imam Budi Hartono. 

MONDE--Lembaga Pemantau Pemilu, Democracy And Electoral Empowerment Patnership (DEEP), merilis survei calon Walikota/Wakil Walikota yang 'bertarung' di Pilkada Depok 2020.

Hasilnya, pasangan nomor urut satu, Pradi Supriatna-Afifah Alia, unggul dibanding pasangan Muhammad Idris-Imam Budi Hartono. 

Menurut Direktur DEEP Indonesia, Yusfitriadi, Selasa (13/10/2020), survei dilaksanakan pada 15 September hingga 30 September 2020.

Lembaganya melibatkan 582 responden yang tersebar di 11 wilayah kecamatan. Sebanyak 42,2 persen responden menyatakan memilih pasangan Pradi-Afifah. Sedangkan 36,4 persen responden menyatakan memilih Idris-IBH.

Kemudian sebanyak 14,4 persen responden menyatakan tidak tahu dalam memilih, dan 7 persen menyatakan tidak akan memilih pasangan manapun.

Yusfitriadi mengatakan, lembaganya (DEEP) tertarik melakukan survei, karena pilkada serentak yang digelar di masa pandemi covid 19, dinilai memiliki beragam tantangan.

Pilkada Depok juga menarik karena dua pasang calon walikota adalah incumbent, Idris incumbent walikota, sedang Pradi incumbent wakil walikota.

Seperti diketahui, Pradi Supriatna-Afifah Alia diusung oleh koalisi besar yaitu Partai Gerindra, PDIP, Golkar, PSI, PKB, PAN, dengan kekuatan 33 kursi di DPRD Kota Depok. Pradi-Afifah juga didukung enam partai politik nonparlemen, Hanura, PBB, Nasdem, Perindo, PKPI dan Partai Garuda.

Sedangkan Idris-IBH diusung koalisi PKS, Demokrat dan PPP, dengan kekuatan 17 kursi di DPRD Kota Depok, serta didukung satu parpol nonparlemen, yaitu Berkarya. 

Hasil survei DEEP menyimpulkan: Popularitas Pradi Supriatna (84,9%), sedikit lebih tinggi dibandingkan Muhammad Idris (81,6%). Popularitas calon Wakil Walikota Imam Budi Hartono (57,1%) dan  Afifah Alia (57,4%).

Disebutkan pula, koalisi besar dalam pilkada tidak menjadi jaminan kemenangan. Faktornya adalah kekuatan personal dari figur yang diusung.

Dari hasil survei tersebut, sebagian masyarakat Depok yang masih mengharapkan sosok pemimpin baru 5 tahun ke depan terpaksa mengubur mimpinya, karena pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok yang mendaptar ke KPU Depok hanya dua pasang calon, yakni pasangan Muhammad Idris-Imam Budi Hartono dan pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia. 

DEEP juga menyimpulkan, koalisi besar dalam pilkada tidak menjadi jaminan dalam meraih kemenangan. Namun ada unsur kekuatan personal dari figur yang diusung. 
Berdasarkan responden survei, sosok figurlah yang menjadi alasan kuat dalam menentukan dan memilih pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Depok. 

DEEP adalah lembaga pemantau pemilu yang independen, dan telah mendapatkan legalitas hukum berupa Sertifikat Akreditasi Pemantau dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat.(amr