Putra Naming Bothin Menyoal Pembangunan di Depok

Putra Naming Bothin Menyoal Pembangunan di Depok
Ervan Teladan

15 tahun adalah masa kepemimpinan yang cukup lama, tapi hasil pembangunannya kurang dirasakan oleh masyarakat Depok.

MONDE--Sejak Depok dipimpin oleh kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tidak ada pembangunan yang khas dan dapat dikenang oleh masyarakatnya sebagai wujud yang monumental. 

Padahal PKS telah 15 tahun menempatkan kadernya sebagai Walikota Depok, yaitu Nur Mahmudi Ismail dan Mohammad Idris. 

Hal itu dikatakan Ervan Teladan, putra tokoh Depok almarhum Haji Naming Bothin, kepada wartawan, Kamis (19/11/2020). 

"15 tahun adalah masa kepemimpinan yang cukup lama, tapi hasil pembangunannya kurang dirasakan oleh masyarakat Depok. Tidak ada yang bisa dikenang, dan tidak ada yang monumental," ujar Ervan Teladan yang merupakan mantan anggota DPRD Depok dari Partai Golkar. 

Dipaparkan Ervan, yang dimaksud monumental adalah program terobosan pro-rakyat yang memiliki kekhasan serta berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan kemajuan wilayah. 

Dia mencontohkan Jalan Juanda dan Jalan Arief Rahman Hakim yang dibangun oleh Pemkot Depok di era kepemimpinan walikota Badrul Kamal. Kedua ruas jalan tersebut hingga saat ini diakui oleh masyarakat Depok sebagai pembangunan fisik (infrastruktur) yang monumental. 

"Pak Badrul Kamal berhasil membuka jalur tembus di Juanda, dan membangun jalan layang Arief Rahman Hakim. Pasca terbangun dampak positifnya sangat dirasakan oleh warga Depok, di antaranya mempersingkat jarak tempuh, melancarkan arus kendaraan, dan memacu pertumbuhan ekonomi di kedua kawasan tersebut," kata Ervan. 

Tidak adanya pembangunan di Depok yang monumental setelah walikota Badrul Kamal, menurut Ervan, lantaran minimnya inovasi dan kreatifitas serta terobosan gagasan. 

"Walikotanya tidak kreatif dan tidak inovatif. Program-programnya standar dan normatif. Padahal di Depok sekarang cukup banyak yang harus dibenahi, salah satunya melebarkan Jalan Raya Sawangan yang saban hari krodit dengan kemacetan," ucap Ervan dengan nada kecewa. 

Dikatakannya pula, pembangunan monumental bukan hanya insfrastruktur saja, tetapi juga sektor lainnya, seperti pendidikan, budaya dan kesehatan. 

"Berobat gratis cukup pakai KTP akan menjadi program pembangunan yang monumental di sektor kesehatan. Saya berharap apabila bang Pradi jadi walikota Depok, program tersebut dapat diwujudkan," demikian Ervan Teladan.(amr/MC)