5 Ormas 'Geruduk' Bawaslu, Laporkan ASN Tak Netral

5 Ormas 'Geruduk' Bawaslu, Laporkan ASN Tak Netral

Kami datang ke Bawaslu karena mereka baru akan menyelidiki kalau ada laporan. Nah sekarang sudah ada laporan.

MONDE--Lima organisasi masyarakat (ormas) yang berjuluk 'Pandawa Lima' yakni Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Forum Betawi Rempug (FBR), Pemuda Pancasila (PP), Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), dan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Depok, Rabu (21/10/2020). 

Mereka mendesak Bawaslu selaku jurinya perhelatan pilkada tersebut agar mengambil sikap tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak netral di Pilkada Depok 2020.

Ketua DPD Forkabi Kota Depok, Ajazih Azis, menilai jajaran Bawaslu tidak bekerja maksimal di Pilkada Depok. Bahkan Bawaslu tidak bisa menyikapi ASN yang bersinggungan dengan politik praktis, seperti saat Lurah yang jelas-jelas tak netral. Padahal ada bukti-bukti, termasuk fotonya.

"Kami datang ke Bawaslu karena mereka baru akan menyelidiki kalau ada laporan. Nah sekarang sudah ada laporan. Kami sudah datang melapor. Jadi tidak ada alasan buat Bawaslu atau Panwas. Selama ini Panwas terkesan diam saja," kata Azis yang merasa geram dengan sikap panwas.

Seperti diketahui sebelumnya sempat terjadi konflik antara RW 02 beserta jajaran RT dengan Lurah di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos. Diduga konflik terkait aspirasi politik yang berbeda di pilkada Depok. Akhirnya konflik bisa selesai setelah dijembatani oleh anggota DPRD Depok dari Komisi A, yaitu Hamzah dan Nurhasyim.

"Meski sudah ada penyelesaian diantara mereka, tapi tetap panwas harus bekerja menyelidiki. Jangan diam saja. Ini bisa jadi ada kemungkinan pelanggaran," ujar Azis.

Selain konflik di RW 02 Kelurahan Jatijajar, sempat pula beredar foto ASN tengah berfoto bersama menunjukkan dukungan dengan simbol jari tangan yang mengarah ke paslon tertentu. "Ini semua sudah gamblang.  Jadi kalau Panwas diam saja, mereka ASN tidak ada takutnya lagi. Bisa terjadi preseden buruk," ujar Azis.

Selain Azis, seluruh unsur ketua yang tergabung dalam 5 ormas bersatu juga hadir di Kantor Bawaslu. Sebelumnya mereka juga terlebih dulu mendatangi kantor KPU Depok. Kelima ormas juga mendesak KPUD agar bekerja maksimal. Jangan sampai masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih yang datang ke TPS hanya di bawah 50 persen.

"KPU juga harus bekerja maksimal mendorong masyarakat agar datang ke TPS. Buat suasana yang kondusif yang membuat masyarakat tidak takut datang ke TPS. Kan tugas KPU mendorong partisipasi masyarakat dalam Pilkada Depok ini," kata Azis.

Menurut Azis, KPU harus giat mensosialisasikan Pilkada aman dari covid-19. Dengan demikian partisipasi masyarakat yang datang ke TPS akan tinggi.(*/MC)