Joe Biden Menang, Rupiah Menguat

Joe Biden Menang, Rupiah Menguat

Kemenangan Biden dianggap menguntungkan negara-negara emerging market seperti Indonesia, sebab perang dagang AS-China kemungkinan akan berakhir.

MONDE-Nilai tukar rupiah kembali menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (9/11/2020), melanjutkan kinerja impresif pekan lalu. Kemenangan Joseph 'Joe' Biden, dalam pemilihan presiden AS menjadi berkah bagi rupiah.

Melansir data Refinitiv, pada pukul 11:13 WIB, rupiah melesat 0,78% ke Rp 14.080/US$, level terkuat sejak 25 Juli lalu. Sepanjang pekan lalu, Mata Uang Garuda juga menguat nyaris 3%.

Sejak pekan lalu, Joe Biden dari Partai Demokrat sudah diunggulkan untuk memenangi pilpres atas lawannya petahana dari Partai Republik, Donald Trump.

Hari Minggu (8/11/2020) kemarin, Joe Biden memperoleh electoral vote sebanyak 279, berdasarkan data NBC News. Artinya, Biden memenangi pilpres kali ini, sebab dibutuhkan minimal 270 electoral vote untuk menang.

Kemenangan Biden dianggap menguntungkan negara-negara emerging market seperti Indonesia, sebab perang dagang AS-China kemungkinan akan berakhir atau setidaknya tidak memburuk. Selain itu, stimulus fiskal juga akan lebih besar ketimbang yang akan digelontorkan Trump dan Partai Republik.

Nancy Pelosi, Ketua House of Representative (DPR) dari Partai Demokrat sebelumnya mengajukan stimulus fiskal dengan nilai US$ 2,2 triliun, yang tidak disepakati oleh Pemerintahan Trump, dan ditolak oleh Partai Republik.

Semakin besar stimulus artinya semakin banyak uang yang beredar di perekonomian, secara teori dolar AS akan melemah. Selain itu, inflasi juga berpotensi meningkat.
Negara-negara emerging market seperti Indonesia juga berpotensi kecipratan aliran modal yang membuat rupiah perkasa.

Terbukti sepanjang pekan lalu, investor asing melakukan aksi beli bersih mencapai Rp 1,2 triliun, sementara di pasar obligasi pada hari Kamis (5/11/2020) aksi beli Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 4,5 triliun.

Melihat pergerakan rupiah di pasar non-deliverable forward (NDF), ruang penguatan masih terbuka. Sebab, kurs NDF siang ini lebih kuat dari sebelum pembukaan perdagangan pagi tadi.

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Jika tren penguatan di pasar NDF terus berlanjut, peluang rupiah mempertebal penguatan semakin besar.(cnbc)