Pradi: Di Forum Debat Harus Jujur, Ungkap Fakta Depok Yang Sebenarnya

Pradi: Di Forum Debat Harus Jujur, Ungkap Fakta Depok Yang Sebenarnya
Calon Walikota/Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna dan Afifah Alia

Pradi juga menyoal tidak profesionalnya Mohammad Idris dalam memposisikan jabatan para stafnya di Pemerintahan Kota Depok.

MONDE--Calon Walikota Depok nomor urut satu, Pradi Supriatna, menyoal berbagai obyek pembangunan di Kota Depok yang diklaim sebagai keberhasilan calon walikota petahana dari PKS, Mohammad Idris.

Ditegaskan Pradi, sejumlah Balai Rakyat dan Stadion Sepakbola yang diakui oleh Idris dan Imam (saat debat pertama dan kedua) sebagai keberhasilannya adalah bohong besar.

"Balai Rakyat dan stadion sepakbola sudah ada sejak 20 tahun silam. Saya ingin di forum debat ini berbicara jujur, mengungkap fakta-fakta sebenarnya, demi mencari solusi untuk pembenahan Kota Depok yang kita cintai. Termasuk membenahi kemacetan, pendidikan, kesehatan dan tenaga kerja," ujar Pradi.

Hal itu disampaikan Pradi Supriatna saat Chacha Anissa selaku moderator mempersilahkan paslon nomor urut satu membuka sesi pertama Debat Publik putaran ketiga di Studio TVOne, Jumat malam (4/12/2020).

Pradi pun mengatakan bahwa materi pertanyaan yang dibuat oleh panelis sejak debat pertama dan kedua adalah rangkuman persoalan-persoalan faktual yang terjadi di Kota Depok.

"Materi pertanyaan dari panelis sejak debat pertama dan kedua sesungguhnya telah menunjukkan situasi dan kondisi Kota Depok yang tidak terkelola dengan baik. Saat ini Depok butuh pemimpin yang satu kata dengan perbuatan, tidak hanya sibuk berwacana dan hanya senang dengan singkatan-singkatan," ucap Pradi tegas.

Tidak Profesional

Di bagian lain, Pradi juga menyoal tidak profesionalnya Mohammad Idris dalam memposisikan jabatan para stafnya di Pemerintahan Kota Depok.

Diungkap Pradi, banyak jabatan di Pemkot Depok diisi oleh orang-orang terdekat atau kelompoknya Mohammad Idris, salah satunya memposisikan Ketua Dewan Kesenian Depok (DKD).

"Pak Idris harusnya memberikan kesempatan kepada profesional, orang yang betul-betul siap untuk membangun budaya," kata Pradi.

"Terus terang ini tidak benar. (jabatan strategis) Banyak dikuasai oleh kelompoknya pak Idris. Ini saya pikir kurang tepat untuk ke depan," katanya lagi.

Ungkapan Pradi tersebut disampaikan di sesi debat kedua, saat moderator menanyakan tentang pelestarian budaya Kota Depok.(amr/MC)