Warga Muhammadiyah 'Kepincut' Program Pradi-Afifah

Warga Muhammadiyah 'Kepincut' Program Pradi-Afifah

Program berobat gratis pakai KTP dan RW Membangun sangat pro-rakyat dan membumi.

MONDE-Meski secara organisasi Muhammadiyah tidak berpolitik, namun persyarikatan yang didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan ini membebaskan warganya untuk memilih pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna dan Afifah Alia.

Pasalnya warga Muhammadiyah yang tergabung dalam relawan Samudra (Surya Muda Pendukung Pradi-Afifah) menilai 11 program unggulan yang diusung pasangan bernomor urut satu lebih pro-rakyat dan membumi.

"Kami adalah warga Muhammadiyah. Kami membentuk komunitas barisan relawan, namanya Samudra. Tujuannya untuk menampung aspirasi sesama warga Muhammadiyah yang mendukung Pradi-Afifah. Alasan kami, 11 programnya sangat  merakyat dan membumi," kata Ketua Relawan Samudra, Sulung Hawari, kepada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Menurut Sulung, program berobat gratis hanya menggunakan KTP sangat membantu warga tidak mampu, utamanya yang tidak memiliki kartu BPJS. "Ini program yang sangat realistis. Di daerah lain ada kok yang menerapkan program seperti ini," katanya.

Dibeberkan Sulung, Pemkot Tangerang Selatan yang dipimpin walikota perempuan Airin Rahmi Diany, sejak tahun 2018 hingga sekarang telah menjalankan program berobat gratis dengan KTP.

"InsyaAllah di era kepemimpinan bang Pradi dan mpok Afifah program berobat gratis bisa diwujudkan," ujar Sulung optimistis.

Di tempat sama, calon Wakil Walikota Depok Afifah Alia membenarkan jika program berobat gratis memakai KTP bukanlah program yang asal dibikin, tapi didasarkan kajian dan dirumuskan oleh sejumlah pakar dan akademisi.

"Warga Depok jangan khawatir, buktinya Pemkot Tangsel kok bisa. Uang rakyat Depok (APBD) tidak jauh dengan Tangsel, sekitar 3 triliunan," kata Afifah Alia yang menghadiri deklarasi dukungan warga Muhammadiyah yang tergabung dalam Relawan Samudra.

Afifah menambahkan, nantinya warga Depok tidak perlu khawatir lagi bakal ditolak oleh pihak rumah sakit.

"Seperti di Tangsel, warga cukup tunjukkan KTP. Jika NIK-nya terbaca oleh sistem, maka bisa langsung mendapatkan pelayanan dan ditangani oleh pihak rumah sakit," katanya.

"Terkait mekanisme dan regulasinya kita bisa belajar dari Pemkot Tangsel," katanya lagi.

Program Pradi-Afifah lainnya yang membikin warga Muhammadiyah tertarik adalah RW Membangun, dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk masing-masing lingkungan RW.

'Ini terobosan baru, manfaatnya sangat besar untuk mempercepat pembangunan di tiap-tiap RW. Sangat luar biasa," demikian Sulung.(syam/MC)